Mengenal Konsep Pemrograman Melalui Game Lightbot

Istilah pemrograman begitu akrab terdengar di masa sekarang ini dimana perangkat lunak digunakan hampir di semua aspek kehidupan kita. Dengan perkembangan teknologi digital yang begitu pesat, bukan tidak mungkin di masa yang akan datang kemampuan memahami bahasa pemrograman sama mendasarnya dengan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung di masa sekarang.

Mempelajari konsep pemrograman dapat membantu anak mengembangkan kemampuan memecahkan masalah dan mendorong kemampuan berpikir kritis. Selain itu juga sebagai upaya memperkenalkan anak kepada proses pembuatan di balik teknologi yang mereka pakai, sehingga di masa depan harapannya mereka tidak hanya menjadi konsumen teknologi namun juga dapat menggunakan teknologi sebagai alat untuk berkarya.

Ketika anak pertama kami menginjak usia enam tahun, kami mencari metode yang sesuai dengan usianya untuk mulai memperkenalkan konsep pemrograman.

Lightbot Jr

Lightbot adalah game puzzle yang dibuat oleh Danny Yaroslavski. Tujuan setiap level pada game ini adalah membuat serangkaian instruksi agar robot dapat menyalakan semua kotak biru pada area 3 Dimensi yang disediakan.

Dalam Lightbot, konsep pemrograman tidak diajarkan dalam bentuk coding secara langsung, namun disimbolkan melalui tombol-tombol  dengan gambar yang sesuai (misalkan panah atas untuk perintah maju satu langkah, dan panah memutar untuk perintah loop), sehingga lebih intuitif dan bisa digunakan untuk anak yang belum bisa membaca dan menulis. Melalui Lightbot anak bisa mengenal konsep planning, testing, debugging, procedure dan loop dengan cara menyenangkan.

Lightbot Junior Coding Puzzles diperuntukkan bagi anak usia 4-8 tahun, sedangkan Lighbot Programming Puzzles diperuntukkan bagi anak usia 9+. Keduanya bisa digunakan pada Android, iPad, dan iPhone dengan harga 2.99$

Untuk level awal Lighbot Jr ini cukup mudah dimainkan namun tingkat kesulitannya dengan cepat bertambah, sehingga menurut saya lebih cocok untuk anak mulai 6 atau 7 tahun. Anak saya cukup menyukai game ini, karakter dan gambarnya menarik bagi anak-anak, namun untuk level yang lebih sulit anak membutuhkan bantuan dan dorongan dari orangtua untuk dapat menyelesaikannya.

Apakah Mama tertarik untuk mulai mengenalkan konsep pemrograman pada anak-anak di rumah? Sampaikan pendapat Mama pada kolom komentar di bawah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *