Kurangi penggunaan gadget dengan tiga langkah berikut

Technology has taken our daily lives. Dari mulai mencari resep untuk makan malam, mencoba gerakan yoga terbaru di youtube channel, mencari ide untuk aktivitas art bersama anak, belajar ilmu terbaru terkait pekerjaan, atau sekedar mengobrol bersama teman lama. Tanpa disadari banyak waktu yang kita habiskan di depan layar perangkat genggam kita, baik itu untuk aktivitas penting dan bermakna, atau  untuk aktivitas yang hanya menghabiskan waktu saja. Simak tips berikut untuk mengurangi penggunaan perangkat genggam dalam keseharian Mama

1. Tentukan waktu atau area tanpa gadget

Untuk dapat terbebas sama sekali dari perangkat genggam rasanya tidak mungkin ya? Apalagi jika Mama memang membutuhkannya untuk bekerja, misalnya memiliki bisnis online di rumah. Untuk pelan-pelan mulai mengurangi pemakaian gadget, Mama bisa menentukan waktu-waktu tertentu dimana Mama berkomitmen untuk tidak memakai gadget, misalnya di jam kerja, jam makan, atau di waktu malam hari, seperti gerakan 1821 yang digagas oleh pakar parenting Abah Ihsan. Sebagai alternatif, Mama juga bisa menentukan area tanpa gadget, misalnya di ruang makan, atau kamar tidur. Mama dapat memilih metode mana saja yang sesuai dengan kebutuhan, namun sebaiknya komitmen ini harus didiskusikan juga dengan anggota keluarga, sehingga bisa saling mengingatkan. Dengan mengurangi pemakaian gadget diharapkan juga bisa meningkatkan kedekatan antar anggota keluarga, karena bisa melakukan aktivitas bersama tanpa gangguan.

2. Gunakan Aplikasi untuk memonitor penggunaan perangkat genggam

Banyak aplikasi yang dapat digunakan untuk memonitor perangkat genggam kita, misalnya Moment, App Detox, atau Breakfree. Dengan menggunakan aplikasi ini Mama bisa melihat seberapa banyak waktu yang mama habiskan untuk mengakses setiap aplikasi di perangkat genggam Mama. Beberapa aplikasi juga menyediakan fitur untuk mencegah atau memberi peringatan jika Mama membuka aplikasi di waktu tertentu, atau membatasi jumlah waktu yang diperbolehkan untuk membuka aplikasi. Seringkali kita tidak sadar berapa banyak waktu yang kita habiskan di depan layar perangkat genggam, diawali dengan niat hanya membuka email dari seorang rekan kerja, kemudian mendapatkan tautan menarik dari email digest, dan akhirnya menghabiskan waktu berselancar di internet untuk follow up berita terbaru. Dengan menggunakan aplikasi monitoring, Mama bisa mendapatkan dengan mudah gambaran waktu yang mama habiskan di depan layar perangkat genggam dan dapat memutuskan apakah Mama perlu merubah kebiasaan ini atau tidak

3. Sesuaikan pengaturan aplikasi di perangkat genggam dengan kebutuhan Mama

Selain untuk sarana hiburan, tentu banyak juga Mama yang menggunakan perangkat genggam untuk aktivitas penting, misalkan media sosial untuk bisnis online, aplikasi chatting untuk berkomunikasi dengan rekan kerja, atau video streaming untuk belajar. Namun, dengan mudahnya koneksi di dunia maya dan banyaknya aplikasi yang ada di perangkat genggam, seringkali kita menghabiskan waktu lebih banyak dari seharusnya. Lalu bagaimana mengatasinya? Tips yang paling mudah adalah dengan mematikan notifikasi yang tidak penting.

Jika mama tergabung dalam banyak grup whatsapp, line, atau aplikasi chatting lainnya, Mama dapat mematikan notifikasi chat di grup yang Mama anggap tidak penting, sehingga Mama tidak mudah tergoda untuk membukanya ketika sedang melakukan aktivitas.

Media sosial seperti facebook, instagram atau twitter juga menyediakan pengaturan mengenai notifikasi apa saja yang akan muncul di aplikasi, sehingga Mama tidak mudah tergoda untuk mengecek status terbaru teman di Facebook ketika sedang mengelola page bisnis online Mama.

Apakah Mama memiliki tips lain yang pernah Mama lakukan untuk mengurangi penggunaan gadget? Bagikan pengalaman Mama melalui kolom komentar di bawah

3 Komentar

  1. heu..ciga nu mudah tp hanya cigana…da iya sulit…aduh maapin mama ya anak2…

    1. Author

      Begitulah, kalau ngga mulai disiplin dan ngga pake strategi mah memang sulit ya.. Soalnya sudah jadi kebiasaan, kayanya kalau denger suara notif bunyi gatel ajaaa kalo ngga dibuka yaa

  2. sepertinya perlu membatasi diri terhadap candu kepada gadget, banyak waktu dan kegiatan fisik terenggut oleh gadget. betapa orang panik ketika ketinggalan handphone bahkan power bank. akan tetapi mau bagaimana lagi. dunia sekarang umumnya seperti ini. selamat menjaga diri dari gadget anda masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *