Konten Positif yang Patut Dibagikan di Media Sosial

Seringkah Mama merasa kesal jika setiap kali membuka media sosial, lebih banyak hal-hal negatif yang ditampilkan? Mulai dari berita hoax yang tak jelas sumbernya, status yang bermuatan SARA, hingga gambar-gambar yang tidak pantas dilihat. Apakah Mama selama ini hanya bersikap pasif dalam menyikapinya? Tahukah Mama, bahwa Mama sebetulnya dapat berpartisipasi lebih aktif untuk menciptakan suasana yang lebih nyaman di media sosial?

Pepatah mengatakan,

Kegelapan tidak dapat mengusir kegelapan. Hanya cahaya yang sanggup melakukannya.

Dalam hal ini, jika Mama tidak ingin feed atau timeline media sosial kita dipenuhi hal-hal negatif, salah satu cara mengatasinya adalah ganti membanjirinya dengan konten positif yang dapat menginspirasi orang ke arah kebaikan. Nah, sebaiknya kita tidak hanya menunggu orang lain memulainya, ya. Yuk, kita mulai dengan menebarkan kebaikan dari akun kita sendiri!

Jenis Konten Positif

Jika Mama masih bingung harus mulai dari mana, sebagai sumber inspirasi berikut kami sajikan beberapa jenis konten positif yang patut Mama bagikan di media sosial.

1. Konten Inspiratif

Salah satu hal positif yang dapat Mama lakukan melalui media sosial adalah menginspirasi orang lain menuju kebaikan. Berikut adalah beberapa ide konten yang bisa Mama gunakan:

  • Pengalaman pribadi atau orang lain, baik berupa perjalanan menuju kesuksesan, hikmah kegagalan, maupun kisah kehidupan lain yang menyentuh dan menggugah hati.
  • Kata mutiara (quote). Kini cukup mudah membuat kata mutiara cantik dengan berbagai aplikasi yang tersedia secara gratis. Boleh juga Mama sertakan pengantar sebagai konteks agar lebih terasa personal.
  • Gambar atau foto yang menginspirasi, terutama hasil karya sendiri. Terkadang satu gambar berbicara lebih banyak daripada seribu kata. Ada banyak hal sederhana yang dapat Mama bagikan, lho. Misalnya, foto secangkir kopi bisa menyuntikkan semangat di pagi hari, foto jogging track bisa menginspirasi orang untuk kembali berolahraga, dan foto keindahan alam mengajak orang berjalan-jalan mengagumi ciptaan Tuhan.

2. Konten Edukatif

Konten edukatif adalah hal-hal yang dapat membuat pembacanya menjadi mampu melakukan sesuatu atau memahami sesuatu dengan lebih baik. Apa saja yang bisa Mama tampilkan?

  • Tutorial, tips & tricks. Mama punya hobi atau skill tertentu? Sekaranglah saatnya untuk berbagi dengan yang lain. Mama bisa memperagakan bagaimana cara membuat cheesecake yang lezat, tips menyemai benih sayuran anti gagal, tutorial membuat mainan dari kardus, atau trik merapikan lemari baju dengan efisien.
  • Hasil riset, laporan, atau artikel tentang isu tertentu. Mama mungkin punya kepedulian khusus tentang suatu isu, mulai dari lingkungan hidup hingga pergaulan remaja, dan ingin mengajak orang lain agar ikut peduli terhadap isu tersebut. Salah satu cara mengedukasi orang lain adalah dengan menyampaikan hasil penelitian atau fakta-fakta yang relevan. Jangan lupa untuk mengemasnya dengan menarik dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami semua kalangan.
  • Opini. Menuliskan opini pribadi Mama juga merupakan salah satu cara mengajak orang lain untuk lebih peduli pada suatu isu. Opini juga dapat merangsang orang lain untuk berpikir dari sudut pandang yang berbeda tentang suatu hal.

3. Konten Informatif

Konten yang berisi informasi juga dapat menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain yang membacanya. Berikut beberapa contoh konten informatif yang dapat Mama unggah di media sosial:

  • Events. Mama bisa menginformasikan kegiatan-kegiatan yang seru dan bermanfaat agar lebih banyak orang yang tahu dan menghadirinya, mulai dari seminar parenting, festival dongeng anak, hingga pesta diskon!
  • Berita terbaru. Mama bisa menyertakan link ke sumber berita terkini atau menulis sendiri konten beritanya. Misalnya, laporan singkat di media sosial tentang kemacetan di suatu titik jalan bisa jadi sangat bermanfaat bagi orang lain agar dapat menghindarinya.
  • Review buku, restoran, film, hingga tempat wisata dapat membantu orang membuat keputusan untuk mencobanya atau tidak.
  • Tautan (link) ke berbagai resource seperti e-book, printables untuk anak-anak, maupun software gratis yang sekiranya dapat bermanfaat untuk orang lain.

View this post on Instagram

Sudah pernah berkunjung ke situs ini? . Ada puluhan e-book, infografis, dan video yang bisa Mama dapatkan di sana untuk belajar tentang literasi digital, lho! 😍 . Menjadi orang tua di era digital saat ini memang menuntut kita untuk terus mengupgrade ilmu. Mengapa? . Karena kita perlu menjadi teladan yang baik bagi anak-anak dalam berteknologi, membentengi mereka dari dampak negatif teknologi, dan mengarahkan mereka memanfaatkan teknologi secara positif dan produktif. . Situs literasidigital.id menampilkan konten dari berbagai pihak, antara lain @kemenkominfo, @internetsehat.id, @cfds_ugm @ecpat_indonesia dan banyak lagi lainnya. . Di atas adalah beberapa judul ebook yang dapat Mama unduh secara gratis di sana. Ada materi untuk orang tua, remaja, maupun kalangan umum. Menarik, kan? Tunggu apa lagi? Cuuuusss download, yuk! #literasidigital #digitalparenting #parentingeradigital #DMIDliterasi #DMIDliterasidigital #DMIDbuku

A post shared by digitalMamaID (@digitalmamaid) on

4. Konten Menghibur

Sekali-sekali boleh dong, mengunggah konten sekedar sebagai hiburan. Meskipun Mama lebih banyak berbagi konten yang mendidik atau menginspirasi, tak ada salahnya sesekali menampilkan  konten ringan yang dapat membuat orang tertawa atau tersenyum simpul. Lagi pula, media sosial bukanlah platform yang formal untuk berbagi, kan?

Konten yang menghibur dapat membuat akun Mama lebih berwarna dan tidak membosankan. Beberapa jenis konten yang dapat Mama tampilkan antara lain:

  • Meme
  • Humor
  • Komik
  • Video atau gambar lucu
  • Tebak-tebakan

Konten yang menghibur tidak hanya untuk kalangan anak muda saja, lho. Coba Mama simak meme dari mommymemes1543 berikut ini sebagai contohnya.

View this post on Instagram

#moms #mommemes #motherhood #momlife

A post shared by Mommy Memes (@mommymemes1543) on

Nah, itu dia empat jenis konten positif yang layak Mama bagikan di media sosial. Kini memang bukan saatnya lagi sekedar menjadi pembaca yang pasif. Kita pun dapat memberdayakan diri dengan menjadi pencipta konten positif. Selain mengunggah tulisan, banyaknya aplikasi grafis yang dapat diunduh ke smartphone kini sangat memudahkan kita untuk membuat infografis dan video sederhana untuk disebarkan di media sosial.

Jadi, daripada ngomel sendiri setiap lihat berita hoax lewat, yuk kita banjiri saja media sosial dengan hal-hal yang bermanfaat! Mulai dari diri sendiri, mulai dari sekarang!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *