jenis cyberbullying

Inilah 8 Jenis Cyberbullying yang Dapat Terjadi di Dunia Maya!

Artikel ini merupakan bagian dari Seri Cyberbullying

Cyberbullying dapat terjadi dalam berbagai bentuk yang memerlukan tindakan preventif dan penanggulangan yang berbeda. Agar Mama dapat melindungi diri maupun keluarga dari cyberbullying, Mama tentu perlu terlebih dahulu mengenali apa saja jenis cyberbullying yang dapat menimpa kita di dunia maya.

Jenis Cyberbullying yang Patut Diwaspadai

1. Harassment (Pelecehan)

Pelaku  perundungan melakukan pelecehan dengan terus menerus mengirimkan pesan pribadi berupa ancaman atau cacian melalui media online, misalkan melalui email atau aplikasi messaging. Bentuk perundungan ini berbahaya karena dapat mengganggu kepercayaan diri dan menimbulkan ketakutan dalam diri korban.

2. Flaming

Jika dalam pelecehan pelaku perundungan melakukannya melalui jalur privat, metode flaming umumnya muncul di komunitas online seperti forum, grup media sosial maupun chat group. Pelaku perundungan menuliskan komentar dan pesan yang kasar atau bernada merendahkan, yang hanya ditujukan untuk salah satu anggota namun dapat dibaca oleh umum.

3. Outing

Outing adalah perbuatan yang dimaksudkan untuk mempermalukan korban dengan cara mengunggah informasi sensitif atau pribadi tanpa persetujuan korban. Informasi ini bisa berupa tulisan, video maupun foto yang tidak dinginkan korban untuk diketahui orang lain.

4. Trickery

Bentuk yang lebih halus dari outing. Pelaku awalnya berpura-pura bersikap baik untuk mendapatkan kepercayaan dari korban. Setelah mendapatkan beberapa informasi sensitif, ia kemudian membagikannya secara online tanpa persetujuan korban.

5. Fraping

Pelaku log in ke akun online milik korban kemudian mengunggah tulisan, gambar atau video yang dapat merusak reputasi korban. Tidak jarang juga akhirnya korban mengalami perundungan dari orang lain. Fraping dapat terjadi ketika korban tidak mengamankan perangkatnya dengan baik sehingga digunakan oleh orang lain tanpa izin.

5. Catfishing

Pelaku perundungan dengan metode catfishing membuat akun palsu menggunakan identitas korban,  kemudian melakukan sesuatu yang dapat merusak reputasi korban. Terkadang tidak semua data digunakan, hanya nama atau hanya foto profil saja. Media sosial seperti Facebook umum digunakan untuk tujuan ini karena luasnya jaringannya dan begitu mudahnya untuk membuat profil palsu dengan menggunakan identitas atau foto orang lain.

6. Stalking

Jika korban terlalu banyak mengunggah informasi pribadi secara publik melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, atau Twitter, pelaku dapat menggunakan informasi ini untuk mengganggu dan mengikuti aktivitas korban. Hal ini dilakukan mulai dengan mengirim pesan pribadi, menelepon, bahkan hingga mendatangi rumah atau tempat kerja korban. Perbuatan ini dapat mengancam keselamatan korban dan menimbulkan kecemasan serta ketakutan.

7. Exclusion (Pengucilan)

Korban exclusion dikucilkan dari aktivitas online suatu komunitas, misalnya tidak dimasukkan ke dalam chat group, tidak menerima undangan, atau tidak dihiraukan dalam percakapan online.

8. Trolling

Trolling adalah tindakan yang secara sengaja dilakukan untuk memprovokasi orang lain untuk bereaksi. Umumnya trolling terjadi pada kolom komentar berita atau media sosial. Troll akan menggunakan kata-kata yang buruk dan kasar dan memancing orang untuk membalas dengan hal yang serupa.

 

Penutup

Dengan mengenali berbagai jenis cyberbullying yang dapat terjadi di dunia maya,  semoga Mama dapat bersikap lebih waspada dengan aktivitas online baik diri sendiri maupun keluarga. Mari berinternet dengan sehat dan aman, serta lindungi keluarga dari hal-hal negatif di dunia maya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *