8 Kejahatan Online yang Tercantum dalam UU ITE

8 Kejahatan Online yang Tercantum dalam UU ITE

Apakah Mama pernah mendengar mengenai cybercrime? Cybercrime atau kejahatan online adalah kegiatan penggunaan Teknologi Informasi yang melanggar hukum. Di Indonesia pengaturan mengenai kegiatan yang dilarang dalam penggunaan teknologi informasi atau kejahatan online tercantum dalam UU ITE (Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

Undang-undang ini mengatur hukum seputar penggunaan teknologi informasi, sehingga pemanfaatan Teknologi Informasi dilakukan secara aman untuk mencegah penyalahgunaannya dengan memperhatikan nilai-nilai agama dan sosial budaya masyarakat Indonesia

Apa saja yang termasuk kegiatan yang dilarang menurut UU ITE?

1. Asusila, perjudian, penghinaan, pemerasan

2. Berita bohong dan menyesatkan, berita kebencian dan permusuhan

3. Ancaman kekerasan dan menakut-nakuti

4. Akses komputer pihak lain tanpa ijin

5. Penyadapan, perubahan, penghilangan informasi

6. Pemindahan, perusakan, dan membuka informasi rahasia

7. Virus, membuat sistem tidak bekerja

8. Menjadikan seolah dokumen otentik

Apa yang bisa Mama lakukan bila mengalami kejahatan online?

Bagi Mama yang sudah terbiasa berbelanja online, tentu pernah mendengar terjadi penipuan penjualan online ya Ma. Tak jarang para korban penipuan penjualan online hanya pasrah dan mengikhlaskan uang yang sudah dia kirimkan pada pelaku.

Sebetulnya Mama bisa melaporkan penipuan online ke kantor polisi dengan menyertakan bukti-bukti transfer dan komunikasi, serta data penipu misalnya nomor telepon dan nomor rekening. Setelah melapor ke polisi, mama juga dapat melapor ke bank agar rekening pelaku dibekukan.

Begitu pula dengan kejahatan online lainnya, misalnya Mama mendapat ancaman kekerasan melalui media elektronik, baik melalui itu email, aplikasi messaging maupun sosial media, jangan ragu untuk melaporkan pada pihak berwenang

Baca jugaSeri Cyberbullying

Di sisi lain, sebagai pengguna media elektronik Mama perlu berhati-hati juga agar tidak menyalahi aturan yang tercantum di UU ITE, misalnya dengan membuka dan menyebarkan email pribadi milik orang lain, atau menyebarkan berita bohong yang menyebabkan kericuhan.

Baca juga: Evaluasi Sumber Informasi Online, Ini 5 Kriterianya!

Mari kita jadikan teknologi informasi menjadi hal positif yang dapat membantu aktivitas kita sehari-hari dengan mematuhi aturan dan etika yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *