Digital Housekeeping, Beberes Tak Hanya Untuk Perabot Rumah

Sebelum liburan kemarin, salah satu hal yang saya lakukan adalah bersih-bersih smartphone dari ribuan foto yang menumpuk dan apps yang sudah tidak terpakai. Alasannya, jangan sampai sesi foto-foto saat liburan harus gagal gara-gara memori smartphone saya tak cukup lagi! Selama beberapa minggu sebelumnya, saya tak dapat mendownload apa pun ke smartphone karena tak ada ruang lagi di memori. Karena itu, bersih-bersih smartphone menjadi salah satu agenda persiapan liburan kemarin agar ada cukup ruang untuk foto-foto liburan keluarga yang seru.

Materi digital yang menumpuk dan tidak terorganisir (digital clutter) memang dapat menimbulkan berbagai masalah. Tak hanya sekedar memenuhi space di memori atau hard disk, digital clutter juga dapat menurunkan produktivitas aktivitas sehari-hari dan menimbulkan resiko keamanan bagi perangkat digital kita. Oleh sebab itu, tidak hanya rumah tinggal kita yang perlu dibersihkan dan dibereskan. Aktivitas housekeeping juga perlu dilakukan secara berkala di rumah digital kita untuk mencegah digital clutter bertebaran dan mengganggu aktivitas kita.

Jika Mama bingung harus memulai dari mana untuk melakukan digital housekeeping, berikut adalah daftar yang dapat Mama gunakan sebagai panduan tentang area apa saja yang sebaiknya kita rapikan.

1. Perangkat Keras
Keluarkan semua CD dan DVD, flash disk, memory card, hard drive eksternal, laptop, handphone dan perangkat lain yang sudah jarang digunakan. Sortir konten yang masih diperlukan dan yang tidak. Untuk menghemat tempat, file-file yang masih diperlukan dapat Mama simpan menjadi satu di sebuah perangkat penyimpanan yang cukup besar kapasitasnya. Buang, recycle, atau donasikan sisanya.

2. Konten Offline
Bukalah perangkat-perangkat digital yang masih Mama gunakan sehari-hari. Sebaiknya matikan dulu koneksi internet agar Mama dapat lebih fokus merapikan berbagai konten offline yang mencakup hal-hal berikut ini

  • Apps dan Software – Uninstall semua apps di telepon genggam dan software di komputer yang tidak lagi digunakan. Perbarui apps dan software yang tersisa dengan update terbaru.
  • Shortcuts – Hapus shortcuts yang tidak diperlukan dari desktop komputer dan home screen smartphone.
  • File media – Adakah file lagu-lagu yang tak lagi Mama dengarkan, atau video dan film yang tak akan Mama tonton lagi? Hapus lalu rapikan sisanya.
  • Foto – Terkadang untuk mendapatkan selfie yang oke diperlukan 10 kali jepret. Pilih foto yang ingin disimpan dan segera hapus sisanya. Hapus screenshots setelah digunakan. Periksa folder foto pada aplikasi messaging seperti Whatsapp atau LINE dan hapus foto yang tak lagi bernilai.
  • Kontak – Periksalah daftar kontak di telepon genggam, hapus yang tidak lagi diperlukan dan update sisanya dengan kontak terbaru.
  • Dokumen – Salah satu cara yang dapat Mama lakukan untuk menyortir dokumen adalah dengan mengurutkan semua dokumen berdasarkan waktu akses terakhir. Jika ada dokumen yang terakhir Mama baca 5 tahun lalu, besar kemungkinan Mama tidak membutuhkannya lagi sekarang. Hapus yang tidak perlu dan rapikan sisanya dengan sistem folder.
  • Folder – Hapus semua folder kosong dan gunakan nama folder yang mewakili isinya. Gunakan struktur yang sederhana. Semakin rumit aturan folder kita, biasanya akan makin malas kita menggunakannya sehari-hari.
  • Notifikasi – Notifikasi untuk panggilan telepon atau SMS kemungkinan besar masih kita perlukan. Namun, perlukah kita menerima notifikasi untuk semua komentar di Facebook, live video di Instagram, atau pin terbaru di Pinterest? Matikan notifikasi dari berbagai apps yang tidak terlalu penting untuk Mama lihat saat itu juga.

3. Konten Online
Saatnya menghidupkan internet dan merapikan digital footprint kita di dunia maya.

  • Akun online – Berapa banyak akun online yang Mama miliki saat ini? Mulai dari media sosial, messenger, email, blogging, cloud service hingga berbagai website dan apps yang mengharuskan penggunanya membuat akun baru. Hapuslah akun-akun yang sudah tidak lagi relevan dan jarang digunakan. Pastikan data-data yang penting kita backup terlebih dahulu.
  • Browsing history – Kapan Mama terakhir menghapus browsing history dari browser? Untuk menjaga privasi, terutama jika kita sering berbagi perangkat dengan orang lain, hapus browsing history secara berkala.
  • Bookmarks – Hapus bookmarks yang tidak lagi penting dan rapikan sisanya menggunakan sistem folder.
  • Email – Jangan biarkan ratusan email menumpuk tak terbaca. Jika mau, Mama bisa menerapkan aturan Zero Inbox: di akhir hari, semua email yang masuk harus sudah dibalas, diarsipkan, atau dihapus. Unsubscribe dari semua newsletter atau mailing list yang tidak benar-benar Mama baca lagi.
  • Media sosial – Manfaatkan fitur unfollow atau unfriend di Facebook agar timeline hanya berisi update dari orang-orang yang memang Mama ingin dengar kabarnya. Lakukan hal yang sama di berbagai platform lain seperti Twitter, Instagram, LinkedIn, dan lainnya.

Itulah beberapa area digital yang biasanya memerlukan housekeeping. Nah, bagaimana jika materi digital terlanjur menumpuk di rumah digital kita? Mama dapat melakukan pembersihan besar-besaran dalam jangka waktu tertentu. Ini bisa dilakukan dalam satu dua hari penuh, atau dalam jangka waktu yang lebih lama namun rutin, misalnya setengah jam setiap hari.

Setelah semua materi digital dirapikan, yang tidak kalah penting adalah membangun kebiasaan untuk selalu merapikan dan menyederhanakan apa yang kita simpan, baik offline maupun online. Clutter attracts clutter. Biasakan untuk tidak menunda terlalu lama untuk membalas email, mengganti nama ‘New Folder’, atau menghapus foto-foto buram.

Selamat beberes!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *