Anak Mulai “Googling” Sendiri? Pandu Mereka dengan 8 Langkah Berikut

Saat ini, menggunakan mesin pencari (search engine) seperti Google untuk mencari informasi telah menjadi kebiasaan sehari-hari. Tidak hanya orang dewasa yang membutuhkan mesin pencari tapi juga anak-anak terutama di usia sekolah. Saat masih duduk di bangku sekolah dulu, saya biasa mencari referensi dari buku-buku di perpustakaan, atau dari tumpukan koran langganan. Sekarang, anak-anak cukup  mengetikkan beberapa kata di mesin pencari untuk mendapatkan informasi tentang  tugas sekolah atau sekedar untuk memenuhi rasa ingin tahunya.

Sebagai orang tua, beragamnya konten yang dapat ditemukan di internet mungkin membuat Mama merasa was-was jika sewaktu-waktu anak menemukan konten yang tidak pantas dilihat oleh anak, tidak valid kebenarannya, atau mengandung konten berbahaya bagi perangkat kita. Mencari informasi online secara efektif dan aman adalah salah satu kemampuan penting yang harus dimiliki seseorang di era digital. Setelah anak cukup usia, cepat atau lambat mereka perlu belajar menguasai kemampuan ini. Selain mendampingi anak ketika melakukan pencarian, ada beberapa hal yang dapat Mama lakukan untuk mengajari anak menggunakan mesin pencari secara efektif dan aman. Apa saja? Simak langkah-langkah berikut ini, ya.

1. Lindungi perangkat dan browser
Pasang software anti-malware di semua perangkat. Pasang tambahan ekstensi pada browser yang dapat mengidentifikasi link berbahaya pada hasil pencarian. Ajari anak untuk tidak sembarangan mendownload dan membuka file dari internet.

2017-05-25 10_51_39-bunga mawar - Penelusuran Google
Contoh hasil pencarian dengan ekstensi browser, link yang bertanda hijau dinyatakan aman untuk dibuka

2. Gunakan mesin pencari khusus
Terdapat beberapa mesin pencari yang khusus dibuat untuk anak dengan tambahan filter untuk konten yang tidak sesuai usia misalnya KidzSearchSafe Search Kids, atau Kiddle. Untuk mencari gambar, Creative Common Search adalah alternatif yang lebih aman untuk anak. Sayangnya, mesin pencari yang ada sekarang hanya dapat digunakan untuk memfilter kata kunci dan konten berbahasa Inggris saja.

3.Gunakan setting pencarian yang lebih aman pada mesin pencari
Jika Mama menggunakan Google, aktifkan filter SafeSearch (TelusurAman dalam bahasa Indonesia) yang dapat memblokir konten yang eksplisit dan khusus dewasa. Mesin pencari lain seperti Bing atau Yahoo juga memiliki fitur yang serupa.

Filter TelusurAman di Setelan Penelusuran
Filter TelusurAman di Setelan Penelusuran Google

4. Gunakan bookmark untuk situs yang layak jadi referensi
Dengan menyimpan bookmark untuk situs-situs yang terpercaya, anak tidak perlu menggunakan mesin pencari sehingga munculnya konten negatif dapat diminimalisir. Misalnya, Mama bisa menyimpan bookmark situs Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan mengarahkan anak untuk langsung membukanya ketika membutuhkan definisi kata tertentu tanpa terlebih dahulu menggunakan mesin pencari.

5. Gunakan kata kunci yang spesifik
Kata kunci (keywords) yang spesifik akan mengurangi kemungkinan munculnya hal yang tidak diinginkan pada hasil pencarian. Misalnya, ketikkan “buah kiwi” untuk mencari jenis buah, dan “burung kiwi” untuk jenis unggas. Gunakan frase dan bukan kalimat utuh.

6. Periksa validitas hasil pencarian
Beri tahu anak bahwa tidak semua yang ia temukan di internet itu benar karena semua orang dapat menulis apa saja yang ia mau. Ajarilah ia untuk membedakan situs yang layak dipercaya dan yang tidak. Beri tahu juga mengenai sponsored listing, yaitu situs yang ditampilkan di tempat yang mencolok sebagai hasil pencarian dengan membayar biaya pengiklanan.

Poin-poin di atas merupakan beberapa langkah teknis yang dapat Mama lakukan ketika anak belajar menggunakan mesin pencari. Namun, hal-hal tersebut tidaklah sempurna dan tidak dapat menjamin 100% bahwa anak akan terhindar dari konten yang tidak sesuai bagi usianya. Anak yang lebih kecil sebaiknya selalu didampingi ketika menggunakan mesin pencari. Untuk anak yang lebih besar, ada dua hal yang tidak kalah penting dan perlu Mama lakukan, terutama karena kita tidak dapat mengawasi mereka sepanjang waktu.

7. Sepakati aturan bersama
Tentukan dimana mereka boleh menggunakan perangkat. Sebaiknya komputer diletakkan di ruang bersama dan bukan di kamar anak. Beri tahu anak tentang konten apa saja yang tidak boleh dilihatnya, dan apa yang harus mereka lakukan ketika menemukan konten tersebut. Misalnya, mereka harus segera mematikan layar lalu minta bantuan orang tua atau guru.

8. Bangun kepercayaan anak untuk berdiskusi dengan orang tua
Bicarakan dengan anak tanpa menghakimi tentang hal kurang baik yang mereka temukan baik dengan sengaja maupun tidak di dunia maya. Bersikaplah tenang dan terbuka agar ketika anak menemukan sesuatu yang membuatnya tidak nyaman, ia akan selalu mencari Anda untuk menuntunnya.

Satu hal yang perlu Mama ingat,

your child’s best online protection is you!

Demikianlah langkah-langkah yang dapat Mama lakukan untuk memandu anak menggunakan mesin pencari. Untuk panduan menggunakan Youtube dengan aman untuk anak, Mama dapat membaca di artikel kami sebelumnya.

Mama punya pengalaman menarik selama menemani si kecil menggunakan mesin pencari? Bagi di kolom komentar berikut ini ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *