digitalMamaID  lahir dari chit-chat dua mama, Tresna dan Chitra, yang bersahabat sejak di bangku kuliah. Meskipun terpisahkan oleh jarak, keduanya senantiasa berbagi passion yang sama seputar dunia IT, parenting dan pemberdayaan diri. Diawali dari keinginan untuk berbagi, lahirlah digitalMamaID sebagai platform berbagi pengetahuan seputar aplikasi teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari.

Kami percaya bahwa menjadi seorang ibu di era digital membutuhkan pengetahuan dan ketrampilan tersendiri. Sebagai orang tua, kita dituntut untuk mampu mendampingi dan mengarahkan anak-anak kita agar dapat menggunakan teknologi digital dengan cara yang aman dan sehat. Sebagai manajer rumah tangga, kita harus mampu melakukan aneka pekerjaan dengan efektif dan efisien, yang dapat dipermudah dengan adanya teknologi. Sebagai individu, teknologi juga dapat menjadi alat bantu kita dalam mengekspresikan diri, bekerja, berkreasi, bersosialisasi dan melakukan berbagai aktivitas produktif. Lewat digitalMamaID kami berharap untuk dapat berkontribusi dalam memajukan literasi digital kaum ibu di Indonesia, demi generasi penerus yang tangguh menghadapi era digital.

Founder

Tresna Cahya Suciati adalah seorang ibu dengan dua anak perempuan, yang memiliki kecintaan terhadap dunia teknologi informasi. Dengan berbekal studi di Teknik Informatika ITB, Tresna bekerja di bidang system development pada salah satu perusahaan Oil and Gas Indonesia selama 8 tahun lebih hingga tahun 2015. Setelah memutuskan berhenti bekerja kantoran untuk lebih banyak menyediakan waktu bagi anak-anaknya di rumah, Tresna masih mengupayakan untuk turut berkiprah di bidang IT. Ia kini menjadi co-developer aplikasi mobile yang masih dikembangkannya hingga sekarang.

Melalui digitalMamaID saya ingin menjadi bagian dalam upaya meningkatkan literasi digital wanita Indonesia agar dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitasnya baik sebagai individu, istri, ibu bagi anak-anaknya maupun sebagai anggota masyarakat

Chitra Hapsari Ayuningtyas adalah seorang ibu rumah tangga dengan satu anak. Setelah menyelesaikan studi di Teknik Informatika ITB, ia melanjutkan studi di bidang Software System Engineering di RWTH Aachen. Passionnya di bidang akademik dan dunia IT membawanya kembali meneruskan studi di bidang Interactive and Cognitive Environment. Pada tahun 2014, ia memutuskan untuk mengambil cuti dan pulang ke kota kelahirannya.

Menjadi seorang ibu di era digital adalah sebuah fitrah zaman yang tidak dapat dielakkan. Saya meyakini tidak ada kata berhenti belajar bagi seorang wanita. Kita harus selalu meningkatkan produktivitas diri sebagai individu, istri, anggota masyarakat dan ibu dari anak-anak yang terlahir di era digital. digitalMamaID adalah wadah berbagi dan belajar bersama untuk menjadi cerdas, produktif dan selamat dalam mengarungi era digital bersama keluarga.