3 Hal yang Tidak Boleh Dibagikan di Media Sosial

Minggu lalu sempat muncul di timeline Facebook saya beberapa teman yang membagikan post mengenai peristiwa kelahiran pertama nya. Untuk seorang ibu tentu peristiwa kelahiran merupakan sesuatu yang sangat berkesan, sehingga mereka seperti mendapat kesempatan untuk mengenang kembali peristiwa tersebut dengan adanya ajakan untuk berbagi melalui Facebook post. Tapi alangkah terkejutnya saya ketika mendapati adanya informasi penting yang tidak seharusnya dibagikan, misalkan tanggal kelahiran anak, nama lengkap anak atau rumah sakit tempat bersalin. Terlebih lagi beberapa post tersebut sifatnya publik, bisa diakses oleh siapa saja.

 

Jejaring sosial adalah media paling digemari dan paling mudah digunakan untuk berinteraksi di dunia maya. Data dari  We are Social menyatakan bahwa 40% penduduk Indonesia memiliki akun di media sosial dan 41% dari pengguna di Indonesia aktif mengakses Facebook setiap hari. Namun demikian, sangat penting untuk memilih apa yang Mama bagikan di media sosial dan kepada siapa Mama membagikan nya. Terlalu banyak membagikan informasi  dapat berpotensi digunakan untuk hal yang membahayakan diri Mama. Tiga hal di bawah merupakan beberapa contoh informasi yang tidak boleh dibagikan di media sosial

 

1. Informasi pribadi 

 

Beberapa bulan lalu, seorang teman saya pernah mengalami pencurian identitas, beberapa foto dan informasi pribadinya digunakan oleh orang lain untuk membuat akun Facebook baru dan digunakan untuk mencoba melakukan penipuan dengan menghubungi beberapa kontak friends.

 

Informasi pribadi seperti tanggal lahir, alamat rumah, foto atau nomor kartu identitas, nomor telepon atau informasi lainnya yang dapat digunakan oleh pelaku kejahatan sebaiknya tidak kita unggah di media sosial. Meskipun kita sudah merasa cukup berhati-hati dengan membatasi hanya berbagi dengan friends pada Facebook, namun kita tidak bisa menjamin 100% informasi tersebut hanya akan beredar di kalangan teman saja. Belum lagi banyaknya akun palsu yang beredar di media sosial tidak bisa menjamin bahwa akun yang kita terima sebagai teman di media sosial memang dimiliki oleh seseorang yang kita kenal, data di Facebook tahun 2016 menyebutkan bahwa 1% dari total pengguna facebook adalah akun duplikat atau akun palsu.

 

Better safe than sorry. Apakah kebahagian ketika teman-teman mengucapkan selamat ulang tahun di media sosial sepadan dengan resiko data tanggal lahir Mama diketahui orang lain? Padahal tanggal lahir umum digunakan untuk verifikasi data bank maupun medis. Apakah berbagi kebahagiaan berita ketika anak Mama diterima di sekolah terbaik sepadan dengan resiko nya? Padahal bukan sekali dua kali terjadi penipuan melalui telepon dengan mengatasnamakan sekolah.

 

Lets stop and think about the impact before we post.

 

2. Aktivitas harian dan rencana perjalanan

 

Jika Mama tidak terlalu aware dengan masalah privasi, Mama mungkin dengan tidak sadar menampilkan lokasi ketika mengunggah foto atau tulisan di media sosial. Seseorang yang memiliki niat buruk bisa jadi dengan mudah membuntuti Mama melalui aktivitas di sosial media, sehingga dapat mengetahui dimana jam dan lokasi Mama bekerja hingga tempat dan waktu anak sekolah dan beraktivitas.

 

Waktu dimana Mama akan melakukan perjalanan sehingga meninggalkan rumah kosong atau meninggalkan anak-anak tanpa orangtua di rumah juga bukan hal bijaksana untuk dibagikan di media sosial. Berbagi foto perjalanan bisa dilakukan ketika Mama sudah kembali ke rumah.

 

3. Informasi terkait Password

 

Hindari membagikan informasi yang dapat digunakan untuk menebak password yang Mama gunakan. Misalkan nama binatang peliharaan, klub olahraga yang disukai, film favorit, kota asal kelahiran yang mungkin Mama gunakan untuk mempermudah mengingat password. (Tips untuk memilih dan mengelola password yang aman akan kami bahas di artikel lainnya)

 

Tiga poin di atas adalah hal yang perlu dihindari dibagikan di sosial media untuk melindungi keamanan Mama dan keluarga. Apakah Mama memiliki daftar hal lain yang tidak pernah Mama unggah di sosial media? Sampaikan pendapat Mama melalui komentar di bawah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *