digitalMamaID — Pernah nggak sih Mama ketemu keluarga yang hematnya kebangetan? Atau mungkin Mama sendiri yang lagi berhemat? Mulai dari list belanja bulanan, hemat pemakaian listrik, sampai rencana uang sekolah anak sudah dipersiapkan matang-matang agar tepat pada sasaran. Kalau iya, siap-siap Mama akan merasa film Keluarga Super Irit ini “aku banget”!
Film Keluarga Super Irit bergenre drama komedi disutradarai oleh Danial Rifki dan diproduksi oleh Falcon Picture. Film ini merupakan adaptasi komik populer asal Korea Selatan karya Yim Chang-ho. Menceritakan tentang kehidupan sebuah keluarga yang ekstrem berhemat dalam kesehariannya.
Tayang di layar lebar pertengahan tahun, sekarang sudah bisa ditonton di Netflix. Diperankan oleh Dwi Sasono (Toni, kepala keluarga), Widi Mulia (Linda Sukaharta, istri), dan ketiga anak kandung mereka Dru, Widuri, dan Den ikut berperan sebagai anak di film ini.
Keluarga Sukaharta memiliki kehidupan yang bahagia, tenang, dan gembira. Keluarga ini juga sudah menerapkan prinsip hidup frugal sebelum masa sulit menimpa.
Tapi siapa sangka meski sudah antisipasi, konflik dalam film ini tak bisa dihindari ketika gaya hidup super irit mereka tidak hanya mengganggu kenyamanan, tapi mulai mempengaruhi hubungan antara satu dengan yang lain. Ayah yang super irit, Ibu yang selalu menjadi penengah, anak-anak yang cuma mau hidup “normal” seperti teman-teman yang lain menjadikan hubungan mereka “retak halus”.
Keluarga Super Irit mungkin terdengar seperti komedi ringan, tapi ada pesan menyentuh dan diam-diam membuat Mama berkaca-kaca.
Kisah sederhana yang dekat dengan keseharian
Ketika drama tisu yang dianggap pemborosan besar, setiap ruangan yang tidak digunakan harus gelap, AC menyala hanya saat ada tamu penting saja, atau bahkan perdebatan soal siapa yang menyalakan lampu paling lama. Bagi sang ayah, menghemat bukan sekedar pilihan hidup, melainkan kewajiban yang harus dijalankan setiap hari.
Begitupun dengan sosok ibu dalam film ini. Berperan sebagai penyeimbang, memahami keinginan suami, tetapi juga merasakan keresahan anak-anak yang ingin hidup bebas menggunakan fasilitas modern seperti teman-teman mereka yang lain.
Apakah ada beberapa aturan yang mirip dengan aturan Mama di rumah?
Bukan sekadar kisah hemat, tapi soal rasa aman dan takut kehilangan
Tokoh Ayah digambarkan sosok pelit atau kaku. Ia sampai begitu keras menerapkan hidup hemat karena ada rasa takut gagal. Takut keluarganya tidak memiliki masa depan yang stabil. Ketakutan itu diwujudkan dengan mengontrol segala aspek keuangan. Ia berjuang dan rela berkorban demi kebahagiaan keluarga.
Tokoh Ibu bisa menjadi contoh, cinta sering kali hadir dalam bentuk pengertian dan kompromi. Mencoba mengurangi ketegangan, menjaga kehangatan, dan memastikan tidak ada anggota keluarga yang terpinggirkan.
Film ini berhasil menggambarkan bagaimana keputusan orangtua meski baik, dapat berdampak pada kesehatan mental dan perkembangan emosional anak. Kita pernah begitu juga kan? Niatnya baik, tapi belum tentu baik untuk anggota keluarga yang lain. Pada dasarnya, orangtua hanya ingin yang terbaik untuk masa depan anak-anaknya.
Humor cerdas yang membuat kita berkaca
Salah satu kekuatan film ini adalah penggunaan humor yang cerdas dan sangat natural. Tidak mengandalkan lelucon yang berlebihan, melainkan menggunakan humor sehari-hari dari kebiasaan keluarga hemat. Mama mungkin akan merasa banyak adegan yang familiar di dalam film ini. Mungkin Mama juga pernah menjumpai orang yang mematikan lampu setiap 10 menit atau hobi menyimpan barang-barang lama dengan alibi akan berguna dikemudian hari.
Justru humor itu membuat penonton merenung. Mengapa seseorang bisa sedemikian takut untuk mengeluarkan uang?
Pesan moral sederhana
Film ini mengajak penonton untuk menyeimbangkan antara kebutuhan finansial dan kebutuhan emosional. Mengingatkan bahwa keluarga bukan hanya tentang pengeluaran dan pemasukan, tapi memahami satu sama lain dan tumbuh bersama.
Keuangan memang penting, tapi keharmonisan dalam rumah jauh lebih penting. Mama setuju nggak, nih?
Tontonan ringan ini bisa ditonton semua anggota keluarga. Setelah menonton, Mama bisa tulis ulannya di Screen Score! [*]






