Gen Z Nepal, Melawan Rezim dengan Discord

Gen Z Nepal
Share

digitalMamaID —  Siapa yang akan mengira aplikasi percakapan Discord yang biasa digunakan para gamer untuk mengobrol santai tanpa harus meninggalkan permainan, kini menjadi alat perubahan, tepatnya menjadi sebuah markas revolusi Pemilu di Nepal.

Gamer menggunakan Discord sebagai platform komunikasi gratis untuk berkirim pesan teks, pesan suara, panggilan video hingga mengirim stiker. Discord sendiri telah diluncurkan pertama kali pada tahun 2015 lalu.

Sejak peluncurannya aplikasi ini paling banyak diminati karena kemampuannya yang sangat fleksibel dalam mengelola ruang untuk berbagai jenis komunikasi, privat maupun publik.

Jadi siapa yang akan menyangka, berawal dari aplikasi percakapan biasa berubah menjadi ruang demokrasi digital anak muda untuk merencanakan strategi menggulingkan pemerintahan korup yang sarat akan nepotime.

Hal ini dibuktikan oleh generasi Z (Gen Z) Nepal yang berhasil menggulingkan Perdana Menteri KP Sharma Oli dan memukul mundur para menterinya dari bangku panas politik.

Demokrasi digital ini terjadi bukan tanpa aba-aba. Dilansir dari France24, aksi protes ini dipicu oleh kegemaran keluarga dan anak-anak pejabat pemerintah yang selalu mempertontonkan gaya hidup mewah di negara yang miskin.

Di tambah aksi negara yang memblokir 26 platform media sosial seperti WhatsApp, Facebook, Instagram, YouTube, TikTok sehingga memicu protes besar-besaran generasi muda.

Ribuan pelajar dan mahasiswa turun ke jalan memprotes kebijakan tersebut, menuntut reformasi pemerintahan yang telah lama korup. Aksi tersebut berujung ricuh dan menelan 19 korban jiwa dan ratusan luka-luka akibat bentrokan peserta aksi dan kepolisian.

Warga yang marah lantas membakar gedung parlemen dan memaksa Sharma Oli meninggalkan bangku Perdana Menteri. Kini para aktivis Gen Z tersebut menggunakan Discord sebagai markas mereka dalam berdiskusi, menyusun strategi dan melakukan pemungutan suara untuk memilih calon pemimpin baru mereka.

Dilansir dari Independent, server dengan lebih dari 145 ribu anggota telah menjadi tuan rumah perdebatan sengit tentang siapa yang bisa menjadi PM sementara. Selama seminggu jejak pendapat dilakukan secara digital muncul beberapa nama dan nama Sushila Karki menjadi yang terfavorit. Ia mantan hakim agung yang banyak dipuji secara luas karena integritasnya.

Sushila Karki (73) lantas terpilih sebagai PM sementara Nepal. Karki merupakan pemimpin perempuan pertama yang memegang jabatan tinggi di Nepal dan gebrakan pertamanya adalah membubarkan parlemen serta menjadwalkan pemilihan umum baru pada Maret 2026. [*]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

ORDER MERCHANDISE

Bingung cara ajak anak diskusi soal bahaya online tanpa menghakimi? 

Dapatkan solusi anti-panik untuk mengatasi hoaks, cyberbullying, dan mengatur screen time dalam Panduan Smart Digital Parenting