Festival Olahraga Warga Binaan: Semangat Tak Pernah Terpenjara

Festival Warga Binaan Lapas Perempuan Bandung
Share

digitalMamaID – Suara sorak-sorai menggema dari lapangan Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung. Pada Jumat, 19 September 2025, olahraga menjadi bahasa universal yang mempersatukan semua orang. Tak peduli tembok tinggi dan jeruji besi yang mengelilingi.

Melalui Festival Olahraga Warga Binaan bertema “Bersatu, Bergerak, Berprestasi”, Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) bersama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menunjukkan bahwa keberadaan di lapas bukanlah akhir dari sebuah perjalanan. Justru di sanalah kesempatan untuk menyalakan kembali semangat hidup, membangun kebersamaan, dan menumbuhkan kepercayaan diri.

Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora RI, Dr. Sri Wahyuni, S.T., M.Si., menegaskan bahwa olahraga di lapas bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan bentuk pembinaan yang menyeluruh. “Lapas tidak seharusnya menjadi batasan. Dengan olahraga, warga binaan bisa tetap berkarya, bergerak, dan berprestasi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Lapas Perempuan Bandung, Gayatri Rachmi Rilowati. Ia menilai olahraga memberi ruang bagi warga binaan untuk belajar sportivitas, kerja sama, sekaligus menjaga kesehatan fisik dan mental. “Olahraga membuat mereka kembali percaya diri, merasa berarti, dan punya semangat untuk berubah,” tuturnya.

Festival ini juga membuktikan bahwa bakat dan potensi bisa tumbuh di mana saja. Asisten Deputi Olahraga Layanan Khusus Kemenpora, Dodi Surjadi, bahkan menyebut beberapa penampilan warga binaan setara dengan calon atlet. “Mereka luar biasa. Kami berharap ada kerja sama yang lebih intensif untuk membudayakan olahraga di kalangan warga binaan,” ungkapnya penuh optimisme.

Lebih dari sekadar pertandingan, festival ini adalah perayaan atas keberanian untuk bangkit. Olahraga menjadi jembatan antara warga binaan dengan dunia luar—membuka ruang harapan bahwa ketika kelak kembali ke masyarakat, mereka akan membawa semangat baru: sehat, percaya diri, dan siap berkontribusi. [*]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

ORDER MERCHANDISE

Bingung cara ajak anak diskusi soal bahaya online tanpa menghakimi? 

Dapatkan solusi anti-panik untuk mengatasi hoaks, cyberbullying, dan mengatur screen time dalam Panduan Smart Digital Parenting