digitalMamaID — Apakah Mama pernah bertemu atau mengobrol dengan orang yang gemar membanggakan dirinya atau merasa ingin selalu menjadi pusat perhatian? Jika iya, Mama jangan terpancing emosi, ya! Bisa jadi, Mama sedang berhadapan dengan orang dengan ganguan kepribadian Narcissistic Personality Disorder (NPD). Bagaimana ciri-cirinya? Yuk, simak penjelasannya!
Gangguan kepribadian narsistik atau NPD adalah gangguan mental yang membuat seseorang merasa lebih penting dibandingkan orang lain. Demi mewujudkan keinginannya dipandang lebih tinggi, mereka yang memiliki gangguan mental ini tidak jarang melakukan tindakan negatif atau bahkan berbahaya.
Ciri-ciri NPD
Menurut informasi Kementerian Kesehatan, berikut enam ciri-ciri orang NPD:
1. Merasa dirinya spesial dibandingkan dengan orang lain
Tidak hanya sekedar arogan atau sombong, ciri orang narsis adalah merasa dirinya jauh lebih penting dibandingkan orang lain. Orang narsis merasa dirinya sangat unik dan spesial. Maka itu, mereka merasa hanya bisa dimengerti oleh orang spesial lainnya. Dengan pemikiran tersebut, orang narsis juga merasa bahwa dirinya tidak pantas jika hanya mendapatkan atau merasakan hal yang biasa-biasa saja. Baginya, hal-hal sederhana sangat tidak sepadan dengan dirinya yang luar biasa dan spesial.
Tak hanya itu, ciri orang narsis yang satu ini membuatnya merasa selalu memiliki kontribusi dan pengorbanan yang lebih daripada orang lain dalam melakukan sesuatu. Tak ayal, orang narsis menganggap bahwa orang lain sangat beruntung bisa berkenalan, dekat, dan menjalin hubungan dengannya.
2. Hidup dalam dunianya sendiri
Ciri NPD berikutnya adalah suka menciptakan dunia sendiri di dalam pikirannya. Artinya, saat dunia yang sesungguhnya tidak mendukung pola pikir betapa spesial dirinya, maka orang narsis akan membentuk dunia fantasi yang sesuai dengan pemikirannya.
Di dalam dunia imajinasi tersebut, orang narsis berpikiran seolah dirinya adalah yang paling sukses, kuat, brilian, menarik, dan sempurna. Dunia fantasi itu sebenarnya dibuat untuk membuatnya terhindar dari perasaan kosong dan malu yang dimiliki jauh di dalam lubuk hatinya.
Ciri NPD yang satu ini membuatnya menjadi lebih defensif terhadap orang lain yang tidak setuju dengan pemikiran bahwa dirinya sempurna. Bahkan, tak jarang orang narsis membenci mereka yang tidak sependapat dengan dirinya.
3. Butuh diberi pujian terus-menerus
Ternyata, orang narsis juga memiliki ciri butuh diberi pujian terus-menerus. Bahkan, jika perlu, orang lain harus memberinya pujian setiap hari meski ia sedang tidak melakukan apa pun yang luar biasa. Pasalnya, orang narsis merasa bahwa pemikiran tentang dirinya yang spesial dan sempurna itu butuh divalidasi oleh orang lain.
Maka itu, saat Mama berkenalan atau memiliki hubungan dengan orang narsis, biasanya hubungan yang dimiliki cenderung hubungan sepihak saja. Artinya, memiliki hubungan dengan orang narsis biasanya terpusat pada orang tersebut. Segala sesuatunya akan tentang dirinya, dan bukan tentang Mama.
4. Merasa berhak mendapatkan segalanya
Orang NPD berpikir ia berhak mendapatkan segala sesuatu yang diinginkan, karena merasa dirinya begitu spesial. Hal ini membuat orang narsis memiliki standar tertentu mengenai perlakuan orang lain terhadapnya.
Orang narsis akan merasa bahwa dirinya harus diperlakukan dengan sangat baik oleh siapa pun. Oleh sebab itu, jika orang lain tidak bisa memberikan apa yang diinginkannya, orang NPD akan menganggap orang tersebut tidak berguna. Apalagi jika meminta “imbalan” atau perlakuan yang sama dari mereka, sikap Mama akan ditanggapi dengan sikap dingin.
5. Tidak pernah memikirkan perasaan orang lain
NPD memiliki ciri tidak peka terhadap perasaan orang lain. Pasalnya, orang narsis tidak bisa menempatkan dirinya jika berada di posisi orang lain, atau bisa dibilang tidak memiliki empati. Sering kali, orang narsis menganggap orang lain sebagai objek semata.
Artinya, keberadaan orang lain hanyalah untuk memenuhi kebutuhannya. Maka itu, orang narsis tidak perlu berpikir dua kali untuk mengambil keuntungan dari orang lain. Khususnya jika orang tersebut dapat membantunya memenuhi atau mencapai target dan tujuannya.
Masalahnya, orang yang memiliki gangguan mental ini sering kali tidak menyadari perlakuan buruknya terhadap orang lain. Hal ini disebabkan orang narsis memang tidak memikirkan apa dampak yang mungkin terjadi dari sikap dan perilakunya.
6. Gemar mengintimidasi orang lain
Seperti yang telah disebutkan oleh Mayo Clinic, NPD dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan orang yang mengalaminya. Salah satunya adalah dalam menjalin hubungan dengan orang lain, baik hubungan percintaan, pertemanan, atau dalam dunia kerja.
Mengapa demikian? Orang narsis memiliki ciri suka mengintimidasi, merundung, atau mengecilkan nilai orang lain. Apalagi jika orang lain tersebut memiliki sesuatu yang tidak dimilikinya, ia pasti akan merasa terancam. Ya, orang narsis benci melihat orang lain bahagia jika ia tidak bisa merasakannya juga.
Oleh karenanya, bagi orang narsis salah satu cara melindungi harga dirinya adalah dengan mengintimidasi orang lain. Itu biasanya dilakukan dengan menghina, merundung, atau mengecilkan nilai diri orang tersebut. Cara tersebut dilakukan untuk meyakinkan diri mereka dan orang lain bahwa tidak ada yang bisa lebih baik dari dirinya.
Tips untuk menghadapi orang dengan NPD
1. Tetap tenang dan jangan terjebak emosi
Orang dengan NPD sering kali memicu reaksi emosional kuat. Penting untuk tetap tenang dan tidak terpancing dalam permainan mereka.
2. Tetapkan batasan yang jelas
Buat batasan yang jelas tentang apa yang dapat dan tidak dapat Mama terima. Sampaikan dengan tegas dan jangan ragu untuk menegaskan batasan tersebut jika mereka melanggarnya.
3. Jaga kesejahteraan mental sendiri
Jangan biarkan perilaku mereka merusak kesehatan mental Mama. Prioritaskan kebutuhan diri dan cari dukungan dari teman, keluarga, atau profesional jika diperlukan.
4. Fokus pada fakta, jangan terjerumus dalam pembohongan
Jangan mudah terpengaruh dengan pernyataan atau manipulasi mereka. Fokus pada fakta dan jangan biarkan mereka mengendalikan narasi.
5. Berkomunikasi dengan jelas dan langsung
Saat berkomunikasi, hindari ungkapan yang ambigu atau memicu interpretasi negatif. Katakan apa yang Anda butuhkan dan batasi interaksi jika mereka menjadi agresif.
6. Cari bantuan profesional
Jika Mama merasa kesulitan menghadapi orang dengan NPD, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau profesional kesehatan mental lainnya.
7. Berpikir sesuai fakta
Jangan mempercayai setiap kata yang mereka sampaikan. Perhatikan pola perilaku mereka dan jangan biarkan mereka menyalahkan Mama.
8. Berpikir sebelum bertindak
Hindari bertindak impulsif dan pikirkan dulu konsekuensi sebelum berinteraksi dengan mereka.
9. Fokus pada kesehatan mental sendiri
Jaga kesehatan mental dengan berolahraga, makan makanan sehat, dan tidur yang cukup. Hindari interaksi yang dapat memicu stres jika Mama sudah merasa tidak nyaman.
10. Jangan terlalu membaca perilaku mereka
Jangan berusaha memahami setiap tindakan mereka. Fokus pada cara Anda merespon dan jangan biarkan perilaku mereka mengendalikan Anda.
11. Jangan terjebak permainan emosi
Jangan biarkan mereka menarik Mama ke dalam permainan emosi atau konflik. Abaikan jika mereka mencoba memancing reaksi Mama.
12. Perbanyak dukungan sosial
Bangun jaringan dukungan sosial yang kuat. Teman dan keluarga yang peduli dapat membantu Mama dalam menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh orang dengan NPD.
13. Tahu kapan harus pergi
Jika interaksi dengan orang dengan NPD menjadi sangat sulit dan merusak kesehatan mental Mama, jangan ragu untuk menjauh.
14. Berani mengambil keputusan
Jika hubungan dengan orang dengan NPD menjadi tidak sehat atau tidak dapat diatasi, berani mengambil keputusan yang terbaik untuk diri Mama, seperti mengakhiri hubungan tersebut.
15. Sarankan untuk mencari bantuan profesional
Jika orang dengan NPD itu adalah teman atau keluarga Mama, sarankan mereka untuk mencari bantuan profesional. Mereka mungkin membutuhkan terapi atau dukungan untuk mengelola gejala NPD mereka.
16. Pahami bahwa perubahan membutuhkan waktu
Orang dengan NPD mungkin membutuhkan waktu yang lama dan usaha yang besar untuk melakukan perubahan. Jangan mengharapkan perubahan yang instan.
17. Jangan biarkan mereka mengendalikan Mama
Orang dengan NPD sering kali mencoba mengendalikan orang lain. Jangan biarkan mereka mengendalikan Mama. Tetapkan batasan dan fokus pada kebutuhan diri sendiri.
18. Jangan terjebak dalam kekecewaan
Jangan terlalu berharap atau kecewa jika orang dengan NPD tidak berubah atau tidak melakukan apa yang Mama harapkan. Fokus pada diri sendiri dan jangan biarkan harapan atau kekecewaan merusak kesehatan mental Mama.
Menghadapi orang dengan NPD memang tidak mudah, terutama jika mereka ada di lingkaran terdekat Mama. Namun, bukan berarti Mama harus terus-menerus mengorbankan perasaan dan kesehatan mental sendiri. Mengenali ciri-ciri NPD dan memahami cara yang tepat untuk bersikap adalah langkah penting agar Mama bisa tetap waras dan bijak dalam bertindak.
Ingat, Mama tidak sendirian! Carilah dukungan, jaga batasan, dan jangan ragu untuk mengambil keputusan terbaik demi kebaikan Mama sendiri. Menjaga diri sendiri adalah bentuk cinta yang paling dasar. [*]






