Kenali Tanda-Tanda Mental Breakdown

Ilustrasi Hari Kesehatan Mental Sedunia
Share

digitalMamaID — Pernahkan Mama merasa hidup terasa begitu berat? Selalu mendapatkan masalah yang silih berganti dan tak kunjung berhenti, sehingga seakan-akan Mama ingin menyerah? Keadaan ini bahkan membuat aktivitas sehari-hari mulai terganggu dan rasanya ingin berhenti. Situasi ini berkaitan dengan mental breakdown.

Apa yang Mama rasakan itu bukan datang tanpa alasan. Mental Mama sedang mengalami breakdown atau nervous breakdown karena mendapatkan tekanan berat dan masalah bertubi-tubi. Jika Mama mengalami kondisi tersebut jangan diabaikan.

Mental breakdown bisa menimpa siapa saja. Beristirahatlah jika merasa sudah lelah, jangan terlalu dipaksakan. Beban yang menumpuk bisa membuat suatu saat meledak seperti halnya bom waktu.

Dilansir  dari laman Klikdokter nervous breakdown adalah sebuah kondisi yang menggambarkan tekanan mental yang sangat serius. Orang yang mengalaminya akan sulit menjalani aktivitas sehari-hari. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan beberapa kondisi kesehatan mental seperti, depresi, kecemasan, dan gangguan stres akut.

Tanda-tanda mental breakdown

Mental breakdown bukanlah sebuah istilah medis atau diagnosis penyakit mental. Namun, bukan berarti kondisi ini bisa diabaikan begitu saja. Ciri-ciri mental breakdown pada setiap orang bisa berbeda-beda. Gejala yang dirasakan dapat berupa gejala fisik, psikologis, dan perilaku.

Karena istilah nervous breakdown tidak ada dalam dunia medis, maka kondisi mental ini digambarkan dalam berbagai macam gejala yang cenderung muncul tiba-tiba, meliputi:

1. Gejala depresi

Beberapa tandanya ialah sedih yang berlarut-larut atau putus asa, merasa tidak berharga atau selalu merasa bersalah. Merasa mudah lelaH dan kehilangan semangat melakukan aktivitas harian. Sering melukai diri sendiri, termasuk keinginan bunuh diri.

2. Gejala kecemasan

Tanda-tandanya ialah otot tegang, gelisah, sulit mengontrol emosi, tangan berkeringat, pusing, juga sakit perut.

3. Serangan panik

Tandanya seperti ketakutan berlebihan, sulit bernapas, gemetar, detak jantung berdebar hebat, dan berkeringat.

4. Gangguan stres pascatrauma (PTSD)

Beberapa gejalanya seperti sering mimpi buruk, menghindari tempat atau situasi yang memicu ingatan buruk, terus menyalahkan diri sendiri, menyakiti diri sendiri dan semakin ceroboh.

5. Gejala lainnya

Gejala-gejala lainnya yang kerap muncul tiba-tiba dalam kondisi mental breakdown dapat berupa perubahan suasana hati yang ekstrem, sulit mengendalikan emosi, halusinasi, paranoid, serta insomnia

Mereka yang mengalami kondisi ini juga akan cenderung menarik diri dari lingkungan maupun anggota keluarga. Mereka umumnya menunjukkan ciri-ciri mental breakdown lainnya seperti:

      • Menghindari aktivitas dan keterlibatan sosial
      • Tidur tidak nyenyak
      • Sulit menjaga kebersihan
      • Sering tiba-tiba sakit
      • Sering mengurung diri di rumah

Penyebab mental breakdown

Berikut beberapa penyebab mental breakdown yang perlu kamu ketahui:

      • Konflik di tempat kerja
      • Kehilangan tempat tinggal, pekerjaan, atau orang yang dicintai
      • Pekerjaan menyebabkan stres dan tekanan tinggi
      • Memiliki riwayat keluarga yang mengalami kondisi gangguan mental
      • Mengalami penyakit kronis
      • Mengalami peristiwa traumatis
      • Tidak pernah mendapatkan dukungan dari lingkungan
      • Trauma
      • Stres terus-menerus

Cara mengatasi mental breakdown

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi situasi ini:

1. Terapi perilaku kognitif

Terapi perilaku kognitif atau Cognitive Behavioral Therapy (CBT) biasanya akan direkomendasikan. Upaya ini dapat mengatasi kecemasan, depresi, dan kondisi kesehatan mental lainnya.

Terapi perilaku kognitif melibatkan identifikasi pola pikir yang bermasalah dan mempelajari keterampilan mengatasi untuk mencegahnya datang kembali.

2. Obat medis

Selain CBT, psikiater juga mungkin akan merekomendasikan beberapa jenis obat untuk mengatasi mental breakdown. Beberapa obat medis yang umumnya digunakan seperti antidepresan.

3. Mengubah gaya hidup

Perubahan gaya hidup lebih sehat yang dimaksud antara lain:

      • Mengurangi konsumsi alkohol dan kafein
      • Berolahraga teratur
      • Makan makanan sehat
      • Istirahat cukup
      • Berlatih teknik mengurangi stres dengan yoga atau latihan pernapasan

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

ORDER MERCHANDISE

Bingung cara ajak anak diskusi soal bahaya online tanpa menghakimi? 

Dapatkan solusi anti-panik untuk mengatasi hoaks, cyberbullying, dan mengatur screen time dalam Panduan Smart Digital Parenting