Mudik Bersama Anak, Perhatikan Semua Hal Ini!

Ilustrasi tradisi mudik
Share

digitalMamaID — Mudik jadi tradisi setiap tahun menjelang Hari Raya Idulfitri. Tidak sedikit masyarakat yang memilih mudik lebih awal untuk menghindari kemacetan selama di perjalanan. Dengan membawa berbagai perlengkapan yang bisa memakan banyak tempat sehingga membuat ketidaknyamanan dalam perjalanan. Dengan kondisi tersebut, para orangtua jadi khawatir mudik bersama anak.

Namun, sekarang orangtua tidak usah hawatir dengan hal tersebut selama menerapkan berbagai tips yang akan dipaparkan dalam artikel ini.

Dilansir dari laman Institut Pertanian Bogor (IPB), Pakar Ilmu Keluarga IPB University, Yulina Eva Riany menuturkan beberapa tips mudik bersama anak. Pertama, pastikan anak dalam kondisi fit dan sehat. Jika diperlukan, orang tua bisa berkonsultasi kondisi kesehatan anak sebelum bepergian.

Pastikan perlengkapan dan kondisi fisik prima

Kemudian, lanjut Yulina, persiapkan perlengkapan penting untuk keluarga, seperti makanan ringan sehat, susu, pakaian, obat-obatan dan perlengkapan lain yang dibutuhkan. “Siapkan juga dokumen penting seperti kartu identitas dan kartu kesehatan anak,” ujarnya.

Yuliana mengatakan apabila berencana mudik dengan kendaraan pribadi, pastikan kendaraan dalam kondisi prima. Di dalam kendaraan hendaknya terdapat car seat yang sesuai dengan usia anak untuk keamanan ekstra. “Jika akan menggunakan transportasi umum, sebaiknya pesan tiket di jauh-jauh hari sehingga dapat memilih waktu yang nyaman untuk anak bepergian.

Untuk moda transportasi udara, pilih jadwal penerbangan yang tidak mengganggu waktu tidur anak, siapkan mainan atau camilan untuk mengalihkan perhatian,” sarannya.

Untuk mudik dengan kereta atau transportasi umum, Yuliana menyarankan agar memilih tempat duduk yang luas dan dekat toilet. Posisi ini akan memudahkan saat anak harus berganti popok atau ke toilet. “Hindari perjalanan menggunakan kendaraan yang terlalu penuh dan tidak memiliki fasilitas yang cukup untuk anak,” ungkapnya.

Perhatikan tanda anak kelelahan

Selain itu, katanya, beberapa tanda kelelahan pada anak ketika mudik seperti rewel, tampak lesu, menguap terus-menerus, atau tidak mau bermain. “Untuk itu, orang tua harus mengantisipasinya dengan memberikan anak waktu istirahat yang cukup, baik dengan tidur atau sekadar duduk santai,” paparnya. Orangtua juga penting memperhatikan tanda-tanda anak yang mengalami dehidrasi. Antara lain mulut kering, jarang buang air kecil, mata cekung, dan kulit tampak pucat.

Lebih lanjut, Yuliana menambahkan, untuk membantu anak tetap tenang dan tidak rewel, orangtua perlu memastikan anak cukup tidur sebelum perjalanan, mengajak anak bermain dengan mainan favoritnya atau membawa buku cerita yang bisa dibacakan selama perjalanan.

“Sediakan lagu-lagu anak atau video edukatif yang bisa didengarkan atau ditonton. Jika memungkinkan, orangtua dapat meluangkan waktu untuk berhenti sejenak untuk berjalan-jalan dan menghirup udara segar, terutama dalam perjalanan darat,” tambahnya.

Perhatikan ini ya, Mama!

Sebagai ahli pengasuhan dan perkembangan anak, Yuliana juga memberikan beberapa hal yang perlu diperhatikan orangtua selama perjalanan mudik, yakni:

  1. Para orangtua sebaiknya membawa pakaian yang nyaman dan sesuai dengan cuaca di tempat tujuan.
  2. Jangan lupa untuk menyediakan makanan ringan sehat dan air minum yang cukup untuk mencegah dehidrasi.
  3. Jika diperlukan, jangan lupa untuk membawa obat-obatan dasar seperti obat demam, minyak telon, plester luka, dan tisu basah.
  4. Bawa juga beberapa mainan atau buku favorit anak untuk menghindari kebosanan selama perjalanan.Jika anak masih menggunakan popok, bawa popok yang cukup serta alas ganti.

Dengan begitu, perjalanan mudik bersama anak dapat tetap menyenangkan dan menjadi kenangan yang tidak terlupakan. [*]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

ORDER MERCHANDISE

Bingung cara ajak anak diskusi soal bahaya online tanpa menghakimi? 

Dapatkan solusi anti-panik untuk mengatasi hoaks, cyberbullying, dan mengatur screen time dalam Panduan Smart Digital Parenting