Netiket untuk Anak Agar Aman Berselancar di Dunia Maya

ilustrasi netiket untuk anak
Share

digitalMamaID – Semua orang mendapat manfaat dari internet dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk kepentingan pekerjaan maupun sekolah. Namun, ada risiko dan kekurangan internet yang perlu diwaspadai. Oleh karena itu, Mama perlu membicarakan soal netiket untuk anak agar mereka terhindar dari bahaya internet.

Netiket untuk anak bisa jadi panduan bagi mereka agar privasi dan keamanannya terjaga saat menggunakan internet. Beberapa hal ini bisa jadi panduan bagi Mama dan membicarakannya dengan anak.

Netiket untuk anak saat berkomunikasi online

Jangan pernah membocorkan informasi pribadi

Penting untuk menjaga kerahasiaan informasi pribadi di jejaring sosial untuk menghindari pencurian identitas dan rekayasa sosial yang semakin marak saat ini. Sampaikan kepada anak, ia tidak boleh membagikan kata sandi (password) atau informasi pribadi lainnya secara online, seperti nama, alamat, atau nomor telepon mereka. Mereka juga sebaiknya merahasiakan nama sekolah atau klub yang mereka ikuti.

Gunakan nama panggilan netral

Saat berada di ruang obrolan maupun menggunakan platform digital, anak menggunakan nama panggilan yang netral. Hal ini penting untuk menjaga identitas pribadi anak. Selain itu, nama netral akan mencegah orang lain merasa tersinggung atau diejek.

Hindari berinteraksi dengan postingan oleh bot

Bot adalah program komputer yang bekerja secara otomatis tanpa memerlukan interaksi apa pun dari manusia. Bot sering berkomentar atau bahkan membuat postingan sendiri di platform media sosial.

Mereka sering mengirim spam ke forum atau bagian komentar di bawah kiriman. Karena reaksi ini perlu ditemukan dan dihilangkan, ini menjengkelkan dan memakan waktu. Akibatnya, bot bertentangan dengan netiket dan harus dihindari dengan cara apa pun.

Jangan mempercayai obrolan dengan orang asing

Anak Mama harus punya rasa ketidakpercayaan atau skeptis yang sehat saat berinteraksi dengan orang asing di internet. Siapa sebenarnya yang bersembunyi di balik nama dan foto profil yang lucu selalu menjadi misteri. Hanya karena dua orang bisa mengobrol dengan baik di ruang maya, tidak berarti anak Mama harus bertemu langsung dengan mereka. Bisa jadi, di balik akun tersebut adalah orang dewasa dengan motif tersembunyi.

Penting juga untuk memberi tahu anak agar tidak menambahkan orang asing sebagai teman di media sosialnya, seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan lainnya.

Anak juga tidak boleh membuka email, pesan, atau mengunduh lampiran dari pengirim yang tidak dikenali. Hal ini untuk menghindari anak Mama tidak sengaja mengunduh Trojan atau malware lainnya.

Jangan tinggalkan siapa pun

Anak harus menahan diri untuk tidak membuat lelucon yang hanya diketahui oleh beberapa orang di grup percakapan. Ini akan membuat anggota lain merasa ditinggalkan. Jika tidak semua orang memahami, akan lebih baik jika mengirimkannya lewat pesan pribadi.

Tidak seorang pun boleh merasa tersisih dari obrolan. Netiket mempromosikan kebaikan, rasa hormat, dan toleransi. Sebaiknya gunakan bahasa yang dipahami universal.

Anak perlu memahami, semua orang harus pada level yang dalam percakapan kelompok. Sehingga jika ada pertanyaan, sebaiknya dijawab. Jika ada anggota group yang tidak memahami apa yang disampaikan, ada baiknya untuk memberi penjelasan lebih lanjut.

Tetap singkat dan padat

Buat postingan atau respons sesingkat dan sejelas mungkin. Tidak ada yang suka membaca terlalu banyak konten yang tidak membantu menyelesaikan masalah. Bahasa yang terlalu formal dan berulang-ulang hanya memperlambat diskusi dalam forum. Kesalahan pengejaan juga dapat mempersulit membaca dan berpotensi menimbulkan salah paham.

Netiket dan pembelajaran online

Saat pandemi COVID-19, sebagian besar pengajaran di sekolah dilakukan secara daring. Ada beberapa tips yang bisa dilakukan saat belajar online:

  1. Anak-anak harus saling mendukung, misalnya dengan menanggapi pertanyaan teman sekelas.
  2. Instruksikan anak Mama untuk tidak merekam secara digital atau mengambil tangkapan layar
  3. pelajaran tanpa terlebih dahulu mendapatkan izin guru.
  4. Nada yang sopan dan hormat menjadi keharusan dalam pembelajaran online.
  5. Kata sandi dan kredensial yang diberikan oleh sekolah tidak boleh diberikan oleh anak-anak
  6. kepada pihak ketiga dalam keadaan apa pun.
  7. Anak-anak harus siap beberapa menit sebelum kelas dimulai agar dapat dimulai tepat waktu.
  8. Siswa harus meminta izin berbicara jika mereka memiliki pertanyaan atau komentar. Setelah itu, mereka harus membisukan mikrofon agar tidak mengganggu pelajaran dengan kebisingan latar belakang.

Percayalah pada anak

Tips keamanan internet yang paling penting untuk anak-anak adalah memercayai mereka. Karena ketika anak belajar menggunakan komputer, smartphone, atau tablet, Mama tidak dapat terus-menerus mengawasi mereka. Pengalaman langsung merupakan guru paling baik bagi anak. Percayalah pada bakat anak-anak dan berhentilah mengamati aktivitas online mereka secara berlebihan. Anak hanya perlu tahu bahwa Mama selalu ada saat mereka membutuhkan bantuan.

Sangat penting untuk mengajari anak-anak etika internet yang benar sejak dini, terutama untuk anak-anak yang lebih muda. Sopan santun, hubungan sosial, dan perilaku yang pantas di internet sama pentingnya dengan di kehidupan nyata. [*]

1 thoughts on “Netiket untuk Anak Agar Aman Berselancar di Dunia Maya

  1. Pingback: Cara Mengajarkan Literasi Digital pada Anak Usia Dini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *